burung terbang

musik






Rabu, 30 Oktober 2013

7 Kelebihan Android Vs iPhone


KOMPAS.com — Tidak bisa dipungkiri, Android dan iPhone merupakan platform ponsel pintar paling populer saat ini. Platform mobile lain, seperti Windows Phone dan BlackBerry, masih tertinggal cukup jauh untuk sekadar mendekati jumlah pangsa pasar keduanya.

Tentu, baik Android maupun iPhone, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, ada beberapa fitur yang dimiliki Android yang hingga saat ini masih belum ada di iPhone.

Apa saja? Berikut 7 fitur eksklusif yang hanya ada di Android, seperti dikutip dari Business Insider.


1. Layar yang lebih besar

              Salah satu hal yang menjadi pembeda antara Android dan iPhone adalah pihak yang mengembangkan perangkat. Hanya Apple sendiri yang mengembangkan iPhone, sedangkan Android tampak seperti proyek "keroyokan" semua vendor.Hal tersebut tentu mendatangkan keuntungan bagi Android dari sisi desain perangkat. Dengan begitu banyaknya vendor yang mengembangkan perangkat berbasis Android, akan semakin banyak pula model-model ponsel Android yang dilahirkan. Ponsel-ponsel ini pun akhirnya hadir dalam berbagai ukuran layar. Ponsel berbasis Android memiliki ukuran layar yang variatif, antara 3 inci hingga 7 inci. Sebagian besar perangkat Android sudah dirilis dengan bentang layar lebih dari 4 inci. Sementara itu, iPhone hingga saat ini hanya memiliki dua ukuran layar, yaitu 3,5 inci (iPhone generasi pertama hingga 4S) dan 4 inci (iPhone 5). Untuk urusan layar, Android memang bisa menyombongkan diri dengan mengatakan, "Perangkat-perangkat kami memiliki layar dengan ukuran lebih besar dari iPhone".

2. Dukungan terhadap kartu SD

           Hanya ada empat kapasitas yang tersedia untuk perangkat iPhone, yaitu 8, 16, 32, dan 64 GB. Keempat kapasitas tersebut adalah harga mati karena iPhone tidak menyediakan slot kartu SD. Artinya, pengguna tidak bisa menambahkan kartu memori untuk memperluas kapasitasnya. Berbeda dari iPhone, mayoritas perangkat berbasis Android sudah dilengkapi dengan dukungan kartu memori ini. Misalnya, apabila kapasitas media internal sebuah perangkat sebesar 64 GB dan ia mendukung kartu memori 64 GB, produk tersebut secara total memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 128 GB.

3. Bisa ganti baterai

       Desain unibody iPhone memang keren. Namun, desain ini membuat komponen baterai tidak bisa dibongkar pasang. Artinya, apabila ada kerusakan atau baterai mulai "bocor", pengguna tidak bisa mengganti sendiri komponen tersebut. Sebagian besar produk Android dilengkapi dengan kemampuan untuk menukar baterai. Ya, memang ada beberapa perangkat yang tidak bisa ditukar baterainya karena menggunakan desain unibody. Namun, desain tersebut hanya dimiliki oleh sebagian kecil perangkat.

4. Kustomisasi layar dengan widget, aplikasi, dan wallpaper animasi

           iOS, sistem operasi yang digunakan di perangkat iPhone, telah memiliki pakemnya sendiri. Pengguna tidak bisa mengutak-atik layar home dengan menambahkan shortcut aplikasi di bagian tersebut. Pengguna juga tidak bisa memasukkan wallpaper bergerak alias animasi. Sementara pengguna Android memiliki lebih banyak kebebasan untuk melakukan kustomisasi. Pengguna bisa menambahkan widget, semacam shortcut yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan fitur dari sebuah aplikasi tanpa harus membukanya, di layar home. Ia juga mendukung wallpaper dalam bentuk animasi dan layar home bisa ditambahkan dengan berbagaishortcut aplikasi.

5. Aplikasi peta digital yang lebih baik

            Tidak bisa dipungkiri, aplikasi Google Maps jauh lebih baik dibandingkan Apple Maps. Google Maps dapat menampilkan data yang lebih akurat dibandingkan aplikasi peta buatan Apple ini. Memang para pengguna iPhone bisa mengunduh aplikasi Google Maps melalui App Store. Namun, pengguna Android sudah langsung menikmati aplikasi tersebut, tanpa harus mengunduhnya terlebih dahulu.

6. Android menggunakan charger USB standar

            iPhone 5 hadir dengan port charger yang berbeda dari generasi pendahulunya, dari 30 pin menjadi hanya 8 pin. Hal ini akan merepotkan orang yang memiliki berbagai perangkat mobileApple. Bayangkan, bagaimana jika pengguna ini membawa iPhone generasi lama, iPad generasi 2, dan juga iPhone 5. Tentunya, ia harus membawa dua jenis charger sekaligus. Hal tersebut berbeda dari pengguna Android. Rata-rata, jenis charger yang digunakan sama, yaitu micro USB. Pengguna hanya perlu membawa satu jenis charger untuk mengisi daya berbagai jenis ponsel.

7. Sinkronisasi data Google yang sangat mudah

            Para pengguna Android cukup memasukkan akun Google mereka ke ponsel dan secara otomatis semua aplikasi Google akan melakukan sinkronisasi. Ponsel secara otomatis akan mengunduh inbox di Gmail, data bookmark secara langsung berpindah ke Chrome di ponsel, dan masih banyak lagi kemudahan lainnya.

Lomba Senjata China Versus Amerika Serikat


               Hanya dalam masa satu generasi saja, kini Negeri Tirai Bambu telah bertransformasi dari negeri agraris terbesar menjadi negeri yang memiliki kekuatan industri dan perdagangan yang sangat kuat. Perekonomian China saat ini 20 kali lebih besar dari pada 20 tahun yang lalu dan kini mulai mendekati kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang merupakan negara dengan perekonomian terkuat saat ini. Tetapi hal lain yang juga perlu menjadi perhatian disamping kekuatan perekonomian yang luar biasa pesatnya adalah kenyataan bahwa pemerintah China saat ini juga secara aktif tengah membangun kekuatan militer mereka. 

                 Sepuluh tahun yang lalu, budget yang dialokasikan untuk Tentara Pembebasan Rakyat China (People's Liberation Army) adalah sekitar 20 milyar dollar. Dan saat ini, sejumlah analis memperkirakan budget kemiliteran tersebut telah hampir mencapai 160 milyar dollar. Presiden China Hu Jin Tao menyatakan bahwa saat ini Tentara Pembebasan Rakyat China tengah mengemban misi bersejarah baru diabad 21. Dari tugas menjaga kedaulatan Negara China menjadi tentara berkekuatan global agar dapat menjadi negara super power sejati. 

























                Dalam beberapa kejadian yang lalu kehadiran tentara China memang dapat berjalan seiring dengan militer Amerika Serikat seperti pada saat China bergabung dalam patroli anti bajak laut di laut Somalia.
 Tetapi sejumlah analis mengkhawatirkan jika suatu saat kedua kekuatan tersebut bertemu di suatu kondisi dengan tujuan yang saling beseberangan. Maka yang terjadi akan sangat riskan karena kedua negara tersebut sama-sama memiliki teknologi militer yang terbaik dewasa ini. Pejabat pemerintahan Amerika Serikat tidak hanya menghawatirkan besarnya budget militer China, tetapi juga adanya kenyataan bahwa militer China saat ini memiliki kemampuan teknologi militer yang hampir setaraf dengan Amerika Serikat. 

              
Sebagai contoh, selama ini Amerika berpendapat bahwa pesawat tempur F-22 dan F-35 adalah pesawat-pesawat tempur generasi kelima yang hanya dimiliki Amerika Serikat saja (kedua jenis pesawat ini adalah pesawat-pesawat yang memiliki kemampuan anti terlacak radar, berkemampuan mesin dan sistim kontrol penerbangan yang terhebat, serta memiliki sistem komputer jaringan khusus). Tetapi, pada tahun 2011, saat menteri pertahanan Amerika Serikat Robert Gates berkunjung ke China, Presiden China Hu Jin Tao menyambutnya dengan menampilkan pertunjukan penerbangan pesawat tempur J-20 di atas kota Cheng Du (Ini baru satu jenis pesawat anti radar yang tidak dirahasiakan, bagaimana dengan yang lain?). 

 
Yilong




















                   China juga kini aktif mengembangkan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle). Contohnya pesawat Yilong I (Pterodactyl) dan BZK-005 yang keduanya memiliki spesifikasi persis dengan Predator dan Global Hawk milik militer Amerika Serikat. Sebelum kedua pesawat ini diperkenalkan, China juga tercatat memiliki pesawat tanpa awak yang oleh pihak barat dijuluki sebagai Dark Sword. Dark Sword ini pertama kali terdeteksi pihak barat pada tahun 2006 yang lalu dan diperkirakan mampu melakukan perjalanan tanpa awaknya jauh dari wilayah China. Dan untuk mendukung kekuatan pesawat tempur mereka, musim panas yang lalu pemerintah China telah mengumumkan pembangunan 11 pangkalan udara baru di sepanjang pantai China. 


                  Sebagai tambahan, jika sebelumnya hanya Amerika Serikat yang memiliki kemampuan untuk mengirimkan kapal induk yang penuh dengan pesawat siap tempur kesetiap penjuru bumi, China kini diketahui telah membeli kapal induk milik mantan Uni Soviet berukuran 65 ribu ton dengan memanfaatkan suatu Travel Agen palsu sebagai perusahaan pembelinya. Kapal induk tersebut diketahui kini telah dilengkapi dengan mesin dan persenjataan baru termasuk dalam hal ini sejumlah rudal permukaan ke udara yang oleh pihak barat dijuluki Flying Leopard (Singa Terbang) dan sistem pertahanan udara otomatis. Kapal induk tersebut kini bernama Liao Ning mampu mengangkut 50 unit pesawat jet tempur Shen Yang J-15 'Flying Shark' (Hiu Terbang). Jet tempur ini berkemampuan sebanding dengan Jet Tempur Amerika Serikat jenis F-18. 

                  Dan sebagai perkembangan teknologi untuk Angkatan Darat China, pemerintah China kini juga telah memiliki sejumlah rudal jarak jauh yang berkode DF-21D. Rudal ini dapat diluncurkan dari truk khusus, sehingga dapat dimobilisasi dengan cepat. Pihak barat menjulukinya sebagai Carrier Killer. Disamping itu, secara rahasia, China diketahui tengah menyiapkan sejumlah kapal perusak anti deteksi radar yang masing-masing berukuran 8 ribu ton dan sejumlah kapal selam nuklir serta sejumlah kapal peluncur kendaraan amphibi. 

                  Kabar terbaru menyatakan bahwa China baru saja meluncurkan kapal penjelajah baru berukuran 36 ribu ton bernama Bahai Sea Green Pearl yang mampu mengangkut 2 ribu prajurit beserta 300 kendaraan tempurnya. Dalam hal ini China menyatakan bahwa kini mereka siap mendukung misi keamanan PBB meskipun pasukan mereka harus berada di pedalaman Afrika atau Amerika Selatan. Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, sistem informasi militer dan pemerintahan Amerika Serikat 80% mengandalkan satelit dan GPS. 

                 Sementara itu, China diketahui tengah mengembangkan sejumlah satelit mikro yang mampu bertindak sebagai pesawat 'kamikaze' sehingga mampu merontokkan satelit manapun yang dipandang sebagai bahaya bagi China dengan cara menabrakkan diri ke satelit lawan. Disamping itu di permukaan bumi pun China tengah mengembangkan sejumlah senjata laser yang dapat melelehkan satelit manapun yang dianggap sebagai musuh yang melintas di wilayah udara China. Kolonel Senior Yao Yun Zhu dari Chinese Academy of Military Science menyatakan bahwa kini Amerika Serikat bukanlah satu-satunya negara dengan kekuatan super power di ruang angkasa. China tengah menyiapkan pengiriman lebih dari 100 satelit militer dan sipil dalam dekade ini dengan menggunakan pesawat ruang angkasa pengirim tanpa awak dan dapat dipakai ulang. Pesawat ruang angkasa tersebut bernama Shen Long. 

Dalam hal perang 'Cyber', China juga mengembangkan suatu sistem yang disebut sebagai Informationized Warfare (Peralatan Perang Sistem Informasi). Jika Amerika Serikat memiliki Cyber Command, China kini tengah melatih sejumlah 130.000 personil untuk perang sistem informasi. 

 
X47B































             Sementara itu, minggu lalu, Angkatan Laut Amerika Serikat telah selesai melaksanakan uji penempatan pesawat X-47B di kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz USS Harry S Truman. X-47B adalah pesawat jet tempur tanpa awak (Unmanned Combat Air System / UCAS) buatan Northrop Grumman Amerika Serikat. 


              Uji coba ini dimulai tanggal 26 November 2012 yang lalu. Dalam uji coba kali ini masih belum meliputi tes lepas landas dan mendarat di kapal induk tersebut. Uji coba kali ini antara lain bertujuan melakukan pengetesan tata cara pengangkutan dan penempatan pesawat khusus ini di kapal induk, penarikan di geladak dengan traktor pemindah, pengarahan posisi dengan kontrol operator menggunakan katrol, dan pengetesan sistem digital mesinnya dalam area yang dipenuhi gelombang elektromagnet. 

              Kembali ke pembahasan teknologi militer China dan Amerika Serikat, kedua negara ini sama-sama memiliki persenjataan nuklir. Tetapi kedua belah pihak diperkirakan tak akan menggunakan itu semua karena kedua belah pihak sama-sama mengetahui bahwa penggunaan senjata nuklir adalah sama saja dengan bunuh diri, mengingat efek senjata nuklir tidak hanya menghancurkan lawan tetapi radiasinya juga dapat menghantam diri sendiri dan pihak lain yang tidak terlibat. Dan hingga saat ini, tak satupun negara di dunia ini memiliki kesiapan cukup untuk menghadapi perang nuklir. Walau pun semua negara pemilik senjata nuklir juga telah membangun bunker-bunker tahan radiasi nuklir, tak satu pun bunker-bunker tersebut terjamin 100% aman dari radiasi radio aktif. Dan bunker-bunker tersebut juga tak akan mampu menampung semua warga negara pemilik senjata-senjata nuklir tersebut. 
 Sehingga, justru yang menjadi kekhawatiran Amerika Serikat adalah persenjataan-persenjataan non nuklir pihak China. 

             Memang saat ini Amerika Serikat dan China terikat dalam banyak kesepakatan perdagangan dan investasi. Tetapi seperti di uraikan sebelumnya, akan selalu ada kemungkinan kedua pihak ini dapat memiliki kepentingan yang saling berseberangan, dan ini bersifat sangat riskan meskipun kedua pemerintahan menyatakan bahwa perselisihan yang mungkin terjadi antar dua negara akan menimbulkan efek merugikan yang sangat besar bagi kedua belah pihak sehingga mereka akan selalu berusaha menghindari konfrontasi langsung. Mungkin itu juga sebabnya saat sejumlah laporan intelijen menunjukkan bahwa pesawat mata-mata Iran RQ-170 yang jatuh di perbatasan Iran baru-baru ini ternyata dibuat dengan bekerjasama dengan sejumlah ilmuwan China, pemerintah Amerika Serikat memilih untuk tidak banyak berkomentar. 

             Memang dalam banyak hal Amerika Serikat perlu sangat berhati-hati dalam menghadapi China. Karena, berbeda dengan Uni Soviet dulu yang merupakan gabungan dari banyak negara-negara komunis yang 'terpaksa' bersatu dalam Persatuan Soviet dan terdiri dari banyak ras suku bangsa sehingga relatif mudah dipecah-belah. China sejak zaman dahulu adalah negeri tunggal yang secara ras cukup homogen. Selain itu, di Amerika Serikat sendiri sejak zaman koboy sudah banyak orang-orang keturunan China yang sulit dibedakan mana yang keturunan China Sosialis dan mana yang Kapitalis. Berbeda dengan Negara China, dimana keberadaan orang kulit putih sangat mudah di tandai. 

Sumber : Tulisan Peter W.Singer di www.popularscience.com dan tulisan David Szondy di www.gizmag.com. Gambar-gambar peralatan militer China karya Nick Kaloterakis di www.popularscience, foto pesawat X-47B merupakan properti US Navy di www.gizmag.com.

Teknologi Layar Fleksibel


Aneka Konsep Layar Flexibel
                 Kabar gembira bagi para penjual ponsel! Sebuah kategori handphone terbaru akan muncul dan akan luar biasa: para analis menyebutnya sebagai Wearable Gadget atau kalau di Indonesiakan akan menjadi Gadget yang bisa dipakai/dikenakan oleh pengguna. (Terlalu panjang ya ? Mungkin lebih mudah menyebutnya sebagai wearable gadget saja.)

Kategori produk ini muncul karena kemajuan yang telah dicapai dalam teknologi layar fleksibel, yakni teknologi yang memungkinkan layar digital bisa ditekuk s/d tekukan maksimumnya tanpa mengalami patah, bahkan memungkinkan untuk digulung sehingga akan menghemat tempat penyimpanan. Mudah dibawa kemana-mana pula!



















                Saat ini, mulai 

              dari Apple dan Samsung dan sekarang Dell, tengah berpacu menjadi yang paling dominan dalam teknologi layar  fleksibel. Teknologi ini memungkinkan pembuat gadget berinvestasi dalam teknologi yang dapat dipakai/dikenakan oleh user. Beberapa perusahaan telah menyatakan dapat merancang teknologi ini termasuk Google, yang saat ini telah memiliki ribuan orang dalam masa pengujian kaca mata pintar ala Google, sedangkan Apple, kabarnya tengah memulai pengembangan alat untuk menonton cerdas, semacam iPod untuk 'mata'.

              Dell masih cenderung tertutup dengan gadget rahasianya, mengatakan bahwa saat ini terlalu spekulatif untuk memastikan cara terbaik untuk masuk ke pasar baru yang panas ini,  terutama jika dikaitkan dengan penjualan PC Dell yang menurun, sedangkan Samsung dan Foxconn juga masih melakukan GTM (gerakan tutup mulut) dengan melakukan klaim serupa tentang pengembangan wearable Gadget ini. Terakhir rumor handphone Samsung berlayar fleksibel masih belum menjadi kenyataan dengan peluncuran lini andalan Galaxy Notes mereka yang ternyata tanpa disertai teknologi ini. 
Belum satu pun dari gadget baru ini yang telah terbukti menghasilkan uang. Sementara itu, kaca mata Google adalah yang paling dekat dengan peluncurannya. Sementara raksasa teknologi dunia berinvestasi dana pengembangan dalam jumlah selangit pada teknologi ini, masih harus memulai periode pengujian yang panjang.

               Organisasi riset IHS memprediksi akan ada hampir 800 juta unit pengiriman pada tahun 2020 dari hanya 3,2 juta yang telah dikirim para pabrikan tahun ini, dengan pasar pendapatan meningkat menjadi $41,3 miliar dari $100.000.
"Permintaan untuk tampilan layar fleksibel diharapkan akan mengalami pertumbuhan besar-besaran selama tujuh tahun berikutnya, dengan berbagai macam aplikasi akan mendorong hampir 250 kali peningkatan pengiriman dari 2013 s/d 2020," kata Direktur Mobile Emerging Displays and Technology Vinita Jakhanwal.

                 Jakhanwal memprediksi gerakan yang pertama dalam kategori ini akan cenderung lambat sampai tercapainya kematangan  teknologi pelindung layar yang sesuai seperti teknologi temuan Gorilla Corning yang akan membantu melindungi layar pada tablet dan smartphone. Hambatan utamanya nampak sepele: mesin pemroduksi layar pada pabrik handphone dan lainnya tidak didesain untuk menerima material berbentuk gulungan melainkan berbentuk lembaran. Sehingga dibutuhkan penyesuaian yang diperlukan. 

                   Selain itu pertimbangan apakah pasar akan menerima atau tidak kedatangan teknologi baru layar fleksibel ini juga bisa menjadi penghambat. Para pengamat mengungkapkan fakta bahwa layar fleksibel lebih menambah keindahan bentuk daripada pertambahkan fungsi. Terkecuali mungkin Google dan Apple karena mereka telah membentuk pasar baru untuk layar fleksibel ini.Dan khusus pengiriman lini produk smartphone dengan layar fleksibel diproyeksikan akan naik ke 351 juta unit pada 2020, (naik dari 2 juta unit pada tahun 2013). Teknologi layar smartphone semacam ini tidak benar-benar ditekuk sampai terlipat, tetapi mengandung substrat yang fleksibel yang memungkinkan untuk mencapai kelekukan maksimum/hampir pecah namun tetap dapat mempertahankan ketipisannya.

                   Layar fleksibel tahan lama yang dapat secara fisik ditekuk akan datang segera, meskipun pada awalnya akan optimal diterapkan pada layar besar atau smartphone berbentuk gelang dalam upaya untuk memaksimalkan ruang layar. LG dipandang sebagai pemimpin pasar dalam kategori tersebut, sudah menjual LG televisi di Korea dengan layar melengkung, ungkap Jakhanwal. Meski demikian LG juga telah masuk ke pasar penyuplai layar flexibel ini.Lebih jauh ke depan ia mengatakan kaca fleksibel akhirnya akan menjadi benar-benar fleksibel, bahkan rollable/bisa digulung, mampu dimanipulasi oleh pengguna dan akan memicu "generasi berikutnya perangkat yang menghemat ruang."

10 Fitur Terbaru pada Android Jelly Bean 4.3


1. Fasilitas Auto Complete pada Dial Pad

          Android 4.3 sekarang menambahkan fitur autocomplete pada dial-pad dengan tampilan pop-up saran nama kontak atau nomor telepon ketika pengguna mulai mengetikkan sesuatu. Sebelumnya fitur Auto Complete terdapat pada Phone Book saja. Dengan fitur ini, anda tidak perlu secara khusus membuka phone book untuk menemukan kontak yang jarang anda hubungi.

Pada contoh ilustrasi di sebelah kiri anda bisa memahami bahwa kontak bernama Meira Smith tidak memenuhi unsur no 634 namun tetap ditampilkan. Hal ini disebabkan karena sistem pencarian auto complete ini juga berkaitan dengan fitur prediksi keyboard (fitur no.6 pada tulisan ini).

Autodial Jelly Bean
2. Bluetooth AVRCP (Audio/Video Remote Control Profile)

Perangkat yang menjalankan Android 4.3 Google Jelly Bean dapat disinkronkan dengan bluetooth stereo mobil dengan  menawarkan fungsionalitas tambahan. Bluetooth AVRCP versi 1.3 ini memungkinkan stereo mobil anda untuk menampilkan metadata seperti judul lagu ketika musik sedang streaming dari perangkat Android 4.3.

3. OpenGL ES 3.0

Google mengklaim bahwa Android 4.3 mendukung versi baru dari standar industri untuk kinerja grafis yang tinggi. Jika Anda adalah seorang pecandu game, update terbaru ini pasti akan membuat anda bersemangat. Google juga memberikan demo game gratis sekedar untuk menunjukkan perbedaannya dengan Android 4.2 seperti tekstur yang mendetail, pantulan cahaya  pada permukaan yang kaca/metalic, dan refleksi. Hal ini tidak ditemui pada Android 4.2. 
Handset yang telah support fitur ini adalah Nexus 7 (edisi 2013), Nexus 4, dan Nexus 10 devices.

4. Antar Muka/Tampilan Kamera baru

Tampilan aplikasi kamera pada Android 4.3 juga menawarkan program yang diperbarui. Dimana aplikasi ini memiliki menu baru berkonsep menu melengkung yang membuatnya lebih mudah untuk mengontrol dan bermanuver pada pengaturan kamera.
Nexus 7 (2013) memiliki kamera depan beresolusi 1,2 Mega Pixel sedangkan kamera belakang 5 Mega pixel.

5. Peningkatan akurasi penentuan lokasi handset melalui pemindaian Wi-Fi secara pasif (scan only mode)

Google kini telah meningkatkan akurasi deteksi lokasi perangkat Android anda yang sebelumnya hanya mengandalkan GPS dengan cara menambahkan teknik pemindaian lokasi melalui Wi-Fi. Hal ini memungkinkan aplikasi untuk mendapatkan data lokasi perangkat anda melalui Wi-Fi bahkan ketika Wi-Fi sedang tidak terkoneksi/tidak digunakan untuk akses data (anda masih bisa menonaktifkannya sama sekali melalui menu setting).
Android 4.3 juga memiliki kemampuan baru untuk melakukan kalkulasi geofencing* secara hardware. Update ini memindahkan perhitungan lokasi handset ke perangkat keras ketimbang melakukannya secara software yang akan lebih boros baterai seperti sebelumnya. Dengan demikian ini akan mengoptimalkan efisiensi pemakaian daya.
Namun, karena kalkulasi posisi handset ini tergantung hardware, maka update 4.3 ini tidak berfungsi dengan baik untuk handset lama sebelum Google Nexus 7. Pada Google Nexus 7, kemampuan deteksi untuk aplikasi geofencing ini mampu mencapai 1 meter jika terdapat jaringan WIFI yang aktif di dekatnya. Untuk handset lama, akurasinya berada pada kisaran 50 meter. Dan jika tidak terdapat WIFI, maka akurasinya adalah 300 meter yang diperoleh dari data GPS. Sedangkan jika GPS dan WIFI dinonaktifkan, maka deteksi handset hanya bisa dilakukan dengan akurasi 1000 meter/1 kilometer melalui perhitungan BTS. 
Semua data akurasi ini menggunakan metode statistik dengan tingkat keyakinan 68%. Jadi kalau akurasi 1 meter akan bermakna bahwa posisi handset 68% pasti berada dalam radius 1 meter tersebut. 32%-nya berada diluar radius 1 meter tersebut. Umumnya, untuk tingkat keyakinan 68% ini, maka margin of errornya adalah sekitar 5%. Artinya +/- 5% dari 1 meter adalah 5 cm! Cukup akurat bukan ?

*geofencing: mendeteksi keberadaan/posisi handset apakah berada pada radius area yang telah anda tentukan sebelumnya. Berguna untuk aplikasi deteksi keberadaan anak anda, kendaraan anda, atau monitoring armada penjualan anda.

6. Keyboard & Input

Android 4.3 dilengkapi dengan algoritma yang ditingkatkan untuk pengenalan layar sentuh dan mengetik/tap yang membuat menulis SMS/Email akan lebih mudah. Selain itu juga disertakan emoticon baru, yang mirip dengan emoticon pada iPhone. Update ini juga meningkatkan kecepatan untuk tombol gamepad dan joystick dengan menurunkan latensi/delay secara signifikan.

7. Bluetooth Smart Ready

Adalah update teknologi terbaru bluetooth dengan konsumsi rendah energi (Bluetooh 4.0). Ini akan sesuai sekali untuk aksesoris seperti monitor denyut jantung, pedometer*, termometer, dan banyak lainnya yang telah berlogo Smart Ready. Pengguna kini dapat menyinkronkan perangkat energi rendah tanpa khawatir akan mempengaruhi penggunaan baterai. Fitur ini juga akan membuka jalan lebih luas lagi untuk perangkat wearable yang mulai marak belakangan ini.

*pedometer: perangkat elektronik atau elektromekanis portabel, yang berfungsi menghitung langkah kaki seseorang dengan cara mendeteksi gerakan pinggul orang tersebut.

8. Pengguna dengan kewenangan terbatas/Restricted profiles

Dengan fitur ini, anda bisa membuat profile dengan kewenangan terbatas. Misalnya jika anda hendak meminjamkan hape/tablet milik anda kepada anak anda atau orang lain, anda bisa membuat profile baru khusus untuk kebutuhan mereka yang terkontrol. Atau misalnya jika anda membangun armada penjualan yang hanya membutuhkan aplikasi Penjualan, fitur ini akan sangat bermanfaat.

9. Virtual Surround
Yang juga menarik dari edisi Jelly Bean 4.3 ini adalah adanya fitur Virtual Surround yang khusus dioptimasi untuk perangkat sound system mobile phone. Pembuatnya adalah penemu format file mp3 yang legendaris (selain Bose tentu saja:) ). Fitur ini memungkinkan anda untuk menonton film dengan sound yang terasa lebih realistis.
Bagaimana cara kerja Virtual sound yang dinamai Cingo ini?
Pada sound system home teater, suara musik atau film yang sampai ke telinga kita melalui beberapa channel yang terpisah yang membentuk 'lingkungan' sehingga kita (otak kita) bisa merasakan perbedaan jarak dan arah datangnya suara dengan lebih terperinci, menimbulkan efek seolah kita berada didalam lingkungan tersebut.
Namun jika kita menggunakan headphone, efek tersebut hilang karena suara datangnya berasal dari dalam kepala kita, langsung ke gendang telinga kita. 
Perubahan pola suara inilah yang kemudian dibuat modelnya secara digital dan teknologi cingo dari fraunhofer ini kemudian mengubah suara yang dikeluarkan berdasar model tersebut. Demikian pula jika kita menggunakan speaker handphone kita, pola suara yang dihasilkan diubah meniru pola suara home teater, sehingga suara yang dihasilkan seolah berasal dari 'luar' handphone kita.

10. Fitur bagi Developer Aplikasi Android
Android Jelly Bean juga tidak melupakan developer aplikasi Android dengan menambahkan penyempurnaan terhadap aplikasi profiling tampilan grafis yang terintegrasi dengan perangkat secara langsung. Hal ini akan mempermudah pembuatan aplikasi android yang hemat baterai dan cepat/lancar ketika dijalankan. 

Nexus 7 Looks

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews